BEP atau yang biasa disebut titik impas itu sendiri diartikan sebagai suatu keadaan
dimana dalam operasi perusahaan, perusahaan tidak menderita rugi dan tidak pula untung (Penghasilan = Total biaya)  (Munawir,2014:184).

selain itu perhitungan ini biasanya muncul dalam banyak mata kuliah/pelajaran kweirausahaan dan Manajemen Operasi dan Produksi.


 Contoh Soal 1

PT Ravidley perusahaan penghasil Ayam potong akan menentukan evaluasi terhadap kapasitas dengan menggunakan metode perhitungan titik impas (BEP). Pada saat ini dengan mesin yang ada kapasitas yang dapat dihasilkan adalah 40.000 Kg per bulan. Biaya tetap untuk produksi dalam satu tahun adalah  Rp 30.000.000,-. Biaya variabel sebesar Rp 30.000,- per Kg  dengan harga jual ayam adalah Rp 50.000,- per Kg. terdapat alternatif peningkatan kapasitas dengan cara men scale up mesin sehingga mampu menghasilkan produk sebanyak 50.000 Kg per bulan. Untuk menscale up diperlukan biaya tambahan biaya tetap dalam satu tahun sebesar Rp 20.000.0000,-, namun biaya variabel menjadi efisien yaitu turun menjadi Rp 25.000,- per Kg. Tetapkan keputusan apakah perusahaan tetap pada kapasitas semula atau harus meningkatkan kapasitas

Jawab : 

Diketahui : 

  • Produksi saat ini : 40.000 kg                           
  • Biaya Tetap saat ini : Rp. 30.000.000
  • Biaya Variabel saat ini : Rp.30.000
  • Harga Jual saat ini : Rp.50.000 
  • Produksi Alternatif : 50.000 kg 
  • Biaya Tetap alternatif : Rp. 30.000.000 + 20.000.000 = Rp.50.000.000
  • Biaya Variabel alternatif : Rp.25.000

 

Rumus : 

                                                                 Foto Berlisensi

Untuk soal jenis ini kita bisa menggunakan rumus  BEP dalam satuan unit.

Jawaban :  


Kesimpulan : Maka perusahaan Ravidley mengambil keputusan untuk tidak mengambil produksi alternatif. Hal ini dikarenakan Semakin tinggi nilai BEP yang didapatkan maka semakin tinggi resikonya karena memungkinkan perusahaan tidak mampu untuk menutup seluruh biaya yang dikeluarkan. Umumnya perusahaan lebih menyukai titik impas yang rendah karena jika tingkat penjualan pada titik impas adalah rendah, maka kesempatan untuk mendapat laba semakin besar (Ariyanti dkk,2014). 


CONTOH SOAL 2

PT Sukses Maju akan melakukan perhitungan titik impas (BEP) multyproduct terhadap dua produk yang dimiliki yaitu produk A dan produk B. Biaya tetap untuk produksi kedua produk tersebut dalam  satu tahun adalah Rp 30.000.000,-. Hari kerja selama satu tahun adalah 312 hari. Biaya variabel untuk produk A adalah Rp 30.000,- dan produk B adalahRp 25.000,-. Berikut ini adalah komposisi dari produk yang dimiliki perusahaan:

Produk

Harga/Unit

Unit/tahun

A

Rp.45.000

1000

B

Rp.40.000

1500

 Tentukan BEP produk dalam satuan uang (Rp) !

 

Jawab : 

Diketahui : 

  • Biaya Tetap Produksi A : Rp. 30.000.000
  • Biaya Tetap Produksi B : Rp. 30.000.000
  • Biaya Variabel Produksi A : Rp.40.000
  • Biaya Variabel Produksi B : Rp.35.000
  • Unit/tahun A : 1000 unit
  • Unit/tahun B : 1500 Unit
  • Waktu kerja : 312/Tahun 

 Rumus :


Jawaban : 

A. BEP produk dalam satuan uang

  • V/P :  Harga jual/ biaya variabel 
  • 1 - V/P : 1 - Harga jual/Biaya Variabel
  •  Pendapatan : Harga x demand 
  • Kontribusi : Nilai pendapatan 1 produk / Total pendapatan 
  • Bobot Kontribusi : ( 1 - V/P x Kontribusi) 

 

Maka Masukkan nilai total bobot kontribusi ke ke rumus diatas :


 

Source : 

  • https://images.app.goo.gl/zpXfHQmMfPSRexVXA
  • Munawir, S. 2014. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat Cetakan Ketujuhbelas.Yogyakarta: Liberty. 
  • Ariyanti, Retno. "Analisis Break Even Point sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Manajemen terhadap Perencanaan Volume Penjualan dan Laba (Studi Kasus pada PT. Cakra Guna Cipta Malang Periode 2011-2013)." Jurnal Administrasi Bisnis 11.1 (2014).
 

Baca Juga

Post a Comment

أحدث أقدم