Hallo Raviperience! 

Memutuskan suatu keputusan bersama bukan hal yang mudah  dilakukan oleh  seorang individu, dalam hal ini perlu dilakukan musyawarah,voting serta diskusi. 



 

Dalam berdiskusi, tidak jarang anggota yang terlibat saling bersinggungan "cek cok/ adu mulut"  baik antar individu maupun kelompok,hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki opini dan pendapatnya masing - masing dalam menghadapi suatu persoalan dengan perspektif yang berbeda. 

Jika hal tersebut dibiarkan tanpa adanya regulasi / keteraturan dalam pelaksanaan diskusi, maka akan menyebabkan dampak sosial yang negatif. 


 

Oleh karena itu, mimin akan membagikan alasan pentingnya menyuarakaan opini kita secara santun dan lugas  ketika berdiskusi. 

 

1. Meningkatkan Skill Diplomatis

Skill diplomatis adalah keahlian seorang diplomat yang cakap dalam membangun sebuah hubungan kerja sama, negoisasi serta melakukan promosi kebudayaan . skill ini dapat diasah dengan membiasakan diri untuk aktif dalam kegiatan diskusi dan musyawarah. Dengan memberanikan diri untuk beropini, hal ini menunjukkan eksistensi anda sebagai seorang negosiator ide , yang diharapkan dapat disepakati bersama - sama. 


 

2.  Melatih Critical Thinking

Dalam menanggapi suatu persoalan dalam suatu diskusi, diperlukan strategi yang tepat agar ide yang disampaikan dapat tepat sasaran. Maka dari itu diperlukan pengamatan dengan mengerucutkan  persoalan untuk menemukan solusi yang tepat . Proses inilah yang melatih Critical thinking anda dalam menemukan keputusan yang tepat. 


 

Selain dari  pentingnya menyuarakan opini, anda perlu mengetahui beberpa hal yang harus dihindari selama kegiatan diskusi berlangsung, seperti berikut :  

1. Jangan Memberikan Auto-Reaction 

Auto-Reaction adalah reaksi otomatis sebagai bentuk refleks dari emosi yan muncul dihati kita, sebagai contoh : jika pada suatu musyawarah opini anda tidak masuk suara mayoritas sehingga keputusan  diambil oleh penyuara dengan pendukung mayoritas,

mayoritas orang langsung menunjukkan kekecewaan yang mendalam sehingga banyak hal emosional yang dituangkan dan menyebabkan suasana musyarwarah menjadi tidak kondusif. Dari contoh tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sifat lapang  dada sangat dikedepankan demi mencapai mufakat untuk kepentingan bersama.

2. Berikan Opini Objektif yang Tersrtuktur

Opini yang anda sampaikan harus bebas dari unsur kalimat subjektif yang bersifat personal, dan pastikan bahwa opini anda tidak menyinggung para peserta diskusi lainnya. Untuk memastikan bahwa opini anda berelasi dengan topik diskusi yang dibawakan, maka pastikan anda membuat catatan terkait dengan point - point yang harus disampaikan. Hal tersebut untuk menghindari pengulasan topik diluar topik diskusi. 


 

 

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama